Social Icons

Pages

Selasa, 24 Desember 2013

Menjemput Hikmah Dibalik Ujian



Hikmah ternyata tidak datang begitu saja, melainkan kitalah yang menjemputnya. Hidup penuh dengan warna,tak jarang kita dapati orang-orang yang bahagia dalam mewarnai hidupnya. Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Insyirah (94: 5 dan 6) yang artinya "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,". Bukankah Allah telah memberikan semangat untuk kita agar tidak mudah berputus asa menghadapi segala ujiannya...?
Terkadang tak sedikit orang-orang yang ingin menghentikan gerak langkahnya, menyerah di tengah-tengah perjalanan, dan merasa bahwa inilah akhir dari sebuah perjuangan. Dalam potongan surah Al-Baqarah (3: 286), Allah telah memberikan sebuah pernyataan yang dapat meredakan segala kekeluhan yang kita alami ketika menghadapi ujian-ujiannya, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". Wahai akhi,ukhti, Allah telah menetapkan kadar kesanggupan kita masing-masing, Allah tahu kok sejauh mana kemampuan kita.

Minggu, 13 Oktober 2013

"Istiqamah donk..!!! Katanya mau jadi orang baik...mana buktinya.. ??" Suara qalbu seorang lelaki bernama Hanif.


Semua itu bermula ketika Hanif menginjak masa perkuliahannya.Sebelum ia benar-benar menjadi seorang mukmin yang taat,tentunya banyak hal-hal pahit yang telah ia lalui.Sebenarnya ia sadar akan hal itu,namun karena akibat keterbatasan ilmunya terhadap agama Islam,ia terus saja mengulangi perbuatan buruknya itu.
Semua itu berrubah ketika ia meranjak masa-masa perkuliahan.Ia mulai mempelajari Islam lebih mendalam dengan bergabung di beberapa majelis ilmu dan organisasi kerohanian di kampusnya dan mulai untuk mencari cahaya kebenaran .Dibalik itu semua,tantangan dan halangan tentu ia temui,berapa banyak sahabat-sahabat karibnya dahulu yang mencela dan merendahkan dirinya dihadapan sahabat-sahabat yang lain,Hanif dikucilkan dan dibiarkan hidup sendiri tanpa ada seorang teman pun (red : intimidasi).Walaupun demikian,seperti ucapannya ketika baru-baru mengenal Islam ,"Istiqamah donk..!!! Katanya mau jadi orang baik...mana buktinya.. ??"Ia  tetap terus berusaha untuk menjadi seorang mukmin yang baik dan bersabar atas segala tindakan perilaku yang ia terima dari sahabat-sahabatnya dahulu.

Sabtu, 28 September 2013

Kisah Si Pemalas dengan Abu Hanifah




Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkonganku sehingga seluruh badanku menjadi lemah lunglai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."
Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah berasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sebaik sahaja dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi uang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya.Pada saat itu, si malang merasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi uang dan secebis kertas yang bertulis, " Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cobalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."
Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kemarin,sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku."

Rabu, 25 September 2013

Manusia Berhadapan Dengan Enam Persimpangan




Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu. Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud, "....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."
Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya.
Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."
Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh itu, manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat tepat pada sasarannya.

Senin, 23 September 2013

Berbeda Untuk Saling Melengkapi


  
Seperti sebuah pesan dari Gibran “Sebagian kita seperti tinta dan sebagian lagi seperti kertas.Dan jika bukan karena hitamnya sebagian kita,sebagian kita akan bisu.Dan jika bukan karena putihnya sebagian kita,sebagian kita akan buta.”

Berbeda membuat kita saling melengkapi.Ada yang mengatakan bahwa kamu itu hitam dan aku putih.Logikanya mengapa kamu putih,karena kamu berada ditengah-tengah orang yang berkulit hitam,dan mengapa sebagian orang terlihat hitam,karena adanya orang berkulit hitam pula orang yang berkulit putih jadi tampak.So,jangan jadikan perbedaan bahwa orang yang berkulit putih itu lebih indah dan orang yang bekulit hitam tidak,melainkan Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk,dan segala apapun yang diciptakan oleh Allah mempunyai hikmahnya masing-masing..

Minggu, 22 September 2013

Hikmah Meninggalkan Cakap Bohong


Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :
"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu sahaja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Mahukah engkau berjanji bahawa engkau sanggup meninggalkan cakap bohong?"
"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.
Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :
"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."
Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.