![]() |
| ilustrasi |
Sejenak aku berpikir, betapa lemahnya diri ini untuk mengingat-Nya. Lagi-lagi konsistensiku digoyangkan dengan berbagai bisikan. Aku terlampau sibuk dengan kegiatanku, sampai-sampai apa yang telah aku rencanakan dan rutinitas ibadahku terganggu. Saat ingin melakukannya, ada saja penghambat. Yah, aku sibuk, bahkan sangat sibuk dengan urusan duniaku. Aku terlalu lemah dalam menjaga kekhusyukan ketika beribadah kepada-Nya. Ya Allah, aku malu kepadamu, aku terlalu sibuk dengan urusan duniaku dan sampai mengalahkan nikmat bertaqarrub kepada-Mu..!
Rindu rasanya bisa kembali khusyu' dalam beribadah kepada-Nya. Rindu rasanya untuk menangis dihadapan-Nya. Rindu sekali akan hal semua itu. Aku rindu kenikmatan ibadah. Ya, aku kehilangan beberapa nikmat itu beberapa saat ini. Aku harus meraih itu semua kembali, karena tak ada nikmat yang paling indah didunia ini selain nikmat beribadah kepada-Nya.
Muhasabah diri membuatku terbangun dari tidur lelapku beberapa hari ini, meskipun lelah dengan aktivitasku di siang hari, malam ini kucoba untuk membangunkan diri ini. Aku kembali mencoba untuk khusyu' dihadapan-Nya, memohon ampun atas segala kelalaianku beberapa saat yang lalu, dan mencoba meraih nikmat-nikmat u'budiyah. Aku ingin nikmat itu kembali !
Terkadang aku lengah, aku manusia yang lemah, dan hanya atas Rahmat Allah-lah aku bisa mendapat kenikmatan beribadah itu. Aku ingat seseorang yang pernah mengatakan ini kepadaku "Walau sesibuk apapun kita dalam beraktivitas, jangan sampai kita lupa akan menunaikanlah hak Allah, jangan sampai kita leka dibuai kesenangan-kesenangan dunia, karena semua itu hanyalah sementara". Ya, aku terlupa untuk menyisihkan waktu dan merasakan nikmatnya beribadah kepada-Nya, karena kesibukanku. Aku harus berubah, aku harus kembali menguatkan ikatan yang beberapa waktu ini longgar, dan kembali konsisten dengan kebaikan-kebaikan yang telah kurencanakan sebelumnya, karena aku ingin meraih kenikmatan itu kembali !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar