Minggu, 26 Januari 2014
Belajar Dari Pengalaman !
Seringkali kesalahan masa lalu membuat kita malu bahkan enggan untuk meneruskan tujuan yang ingin kita capai. Tatkala suatu kegagalan di masa lampau menghantui pikiran kita, kita tentu berpikir dua atau empat kali apakah memperbaikinya dengan mengambil langkah yang sama, atau mengambil langkah lain dengan penuh resiko. Nah, hati kita lagi-lagi diuji oleh pilihan yang rumit, semuanya tergantung dengan langkah yang kita ambil. Banyak orang malah memilih untuk mundur dan tidak ingin melanjutkan usahanya, bahkan kata malu dan galau itu muncul.
Masa lalu bagi sebagian orang sering dijadikan patokan untuk masa yang akan datang, bukannya memperbaiki malah membiarkannya terus berjalan begitu saja. Mereka merasa jika hari ini gagal, apalagi besok dan seterusnya. Atau ada yang berpikir kelam ke depannya, padahal ia baru mencoba. Sangat disayangkan, apabila dalam diri seseorang rasa bangkit dan berani untuk melawan kegagalan mulai redup dan bahkan nyaris hilang.
Masa lalu bisa dijadikan pelajaran untuk kembali bangkit. Kegagalan adalah proses menuju suatu keberhasilan. Jika dahulu kita gagal, toh tiada salahnya untuk mencoba kembali, mungkin dengan variasi yang berbeda atau dengan cara yang sama namun intensitasnya bisa lebih ditingkatkan lagi. Segala sesuatu mungkin didapat, asal kita bersunguh-sungguh untuk meraihnya. Bukankah guru yang terbaik itu pengalaman? Nah, kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman masa lalu ,baik itu dari segi kegagalan maupun kesuksesan. Jika kita dapat memanfaatkan masa lalu dengan baik, in sha Allah tidak tertutup kemungkinan kita bisa meraih kesuksesan di masa mendatang.
Di dalam Alqur'an Allah juga telah menceritakan bagaimana kisah-kisah ummat terdahulu, bagaimana kisah kaum Lut, Tsamud, Raja Fir'aun, dan lain-lain, dan semua itu menjadi pelajaran bagi ummat-ummat yang akan datang. Mereka dahulu para pembangkang risalah nabi-nabi mereka, bahkan tak segan-segan mereka ingin membunuh utusan Allah di zaman mereka. Semuanya Allah perintahkan kita, ummat manusia saat ini, utnuk memperbaiki dan mempelajari kisah-kisah mereka, agar kelak kita selamat bersama agama Allah. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai ummat yang dimuliakan oleh Allah, hendaknya kita menjadikan setiap pengalaman di masa lalu sebagi pelajaran yang terbaik. Sebab, barangsiapa yang hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin, maka ia lah orang yang beruntung, namun sangat disayangkan bagi orang yang hari ini lebih buruk baginya dari pada hari kemarin maka itulah orang-orang yang merugi. Tentunya ada kesalahan maupun keberhasilan yang pernah kita capai di masa lalu, ada pahit dan ada manis, semua itu bumbu-bumbu kehidupan. Nah, bangunlah dan perbaiki kesalahan-kesalahan kita di masa lalu, tanyakanlah pada diri kita, apa saja yang telah kita lakukan selama ini, apakah ia berguna,apakah kita sering gagal, atau apakah keberhasilan mungkin sering membuat kita sedikit angkuh akan rahmat yang telah Allah berikan. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang beruntung. Wallahu'alam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar